Jumat, 18 Februari 2011

Sejarah Berdirinya Liga Premier Indonesia (LPI)




* Sejarah Berdirinya Liga Premier Indonesia (LPI)
 
Liga Primer Indonesia (LPI) ternyata bukan sekedar wacana. LPI siap digelar pada 8 Januari 2011 besok. 19 Klub pun sudah bergabung dan siap berkompetisi. Bahkan 3 diantaranya adalah 3 klub perserta Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 yakni PSM Makassar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. 3 klub ini memilih keluar dari ISL untuk bergabung ke LPI. Membelotnya PSM, Persibo dan Persema tentu PSSI semakin berang terhadap LPI.  Sebelumnya Persebaya sudah lebih dulu membelot dari PSSI. Alhasil, PSSI pun berusaha keras menjegal terlaksananya LPI. Selain memberikan label ilegal dan mengancam akan memberikan sanksi pada klub, pemain, pelatih, wasit yang ikut di LPI, PSSI pun mengancam pemain yang bermain di LPI tidak bisa masuk ke Tim Nasional. Yup.. polemik antara PSSI (ISL) dengan LPI pun semakin meruncing dan menarik untuk ditunggu akhir dari pertentangan ini.....


*Perbedaan LPI dengan ISL (PSSI)
Dari segi klub peserta kompetisi – Khusus untuk LPI, faktanya 19 klub yang kini siap berkompetisi di Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 adalah klub-klub kelas 2 atau bahkan kelas 3 dan 4, jika kita ukur dari prestasi klub-klub yang bersangkutan dalam kancah pesepakbolaan nasional sejauh ini.
Dalam kacamata saya, hanya Persebaya, PSM dan Persema yang punya nama besar, ditambah Persibo sebagai juara Divisi Utama 2009/2010 lalu. Namun ketiganya keempatnya saat ini masih kalah kelas dari klub besar yang ada di ISL (PSSI). Sebagai catatan, walau merupakan tim bersejarah di Indonesia, prestasi Persebaya saat ini sedang terpuruk. Klub yang pernah 2 kali juara Liga Indonesia ini, musim ini bahkan tergegradasi ke kasta kedua kompetisi PSSI. Adapun PSM, Persema dan Persibo ketiganya berada di peringkat bawah klasemen sementara ISL 2010/2011. Adapun 15 klub peserta LPI 2011 lainnya kebanyakan adalah klub-klub yang baru berdiri.
Ya itulah faktanya, jika dibandingkan dengan klub-klub peserta ISL, Divisi Utama atau klub peserta kompetisi PSSI lainnya, klub peserta LPI kelasnya masih dibawah klub ISL. Baik dari segi prestasi, kualitas pemain, pelatih hingga infrastuktur seperti stadion, manajeman dsb.
Berikut adalah selengkapnya 19 Klub Peserta Liga Primer Indonesia (LPI) 2011 :
  1. Aceh United (Banda Aceh)
  2. Bali Dewata (Gianyar Bali)
  3. Bandung FC (Kota Bandung)
  4. Batavia Union (Jakarta)
  5. Bogor Raya (Kota Bogor)
  6. Cendrawasih FC (Jayapura)
  7. Jakarta 1928
  8. Kabau Padang
  9. Ksatria Solo FC
  10. PSM Makassar
  11. Manado United
  12. Medan Bintang
  13. Medan Chiefs
  14. Persebaya Surabaya
  15. Persema Malang
  16. Persibo Bojonegoro
  17. Real Mataram
  18. Semarang United
  19. Tanggerang Wolves
KONSEP BERKELAS
Seperti yang saya bahas pada 19 September 2010 lalu melalui artikel di Goyang Karawang berjudul Liga Primer Indonesia (LPI), Revolusi Sepak Bola Nasional? – LPI yang dimotori pengusaha Arifin Panigoro secara koseptual sangat bagus, karena selain mendorong kemandirian klub dalam hal pendanaan, juga akan berefek pada pembinaan pemain. Lepas dari dana APBD menjadi isu sentralnya. Konsep LPI adalah merujuk pada kompetisi sepakbola eropa, seperti Liga Inggris, Spanyol, Seri A Italia dsb yang sudah dikelola secara profesional, dimana kemudian sepakbola sudah menjadi industri. Konsep yang ditawarkan oleh LPI itu bertolak belakang dengan konsepnya PSSI untuk ISL dan kompetisi semisal Divisi Utama, dsb.
Ya, secara konsep saya pribadi menilai konsep LPI lebih bagus dibanding konsep ISL atau kompetisi lainnya yang diselenggarakan PSSI. Bisa dibilang secara konsep, LPI unggul dibandingkan Indonesia Super League (ISL).
So, jika berjalan dengan baik dan sesuai misi dan visinya, kekurangan LPI yakni dari segi kualitas klub peserta akan bisa teratasi. Dengan konsep dan sistem kelas 1, maka klub kelas 2 dan 3 dengan sendirinya akan berproses menjadi klub kelas 1. Dan sebaliknya, untuk ISL dengan konsep dan sistem kelas 2 seperti sekarang klub-klub kelas 1 semakin terpuruk dan sulit berkembang, lihat saja Persija Jakarta yang memiliki sejarah cemerlang yang kini semakin terpuruk dan hanya menyisakan kebanggaan sejarah masa lalu, karena terus bertahan dengan konsep tradisional dengan mengandalkan APBD.
Ya, LPI memberikan harapan baru. Menawarkan perubahan! Tapi, perubahan itu belum nyata, masih dalam konsep dan proses. Kita tunggu, apakah LPI akan konsisten dengan konsep dan semangatnya atau akan melemah seiring waktu.. Kita tunggu aja hasilnya!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar